Rabu, 19 September 2012

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

MATERI IPS SMK KELAS X SEMESTER 1

Standar Kompetensi 1 : Memahami Kehidupan Sosial Manusia

Kompetensi Dasar 1.3 : Mengidentifikasi Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk, yaitu :

  1. Interaksi sosial yang asosiatif, yaitu interaksi yang mengarah kepada bentuk–bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti : 

      a.  Kerja sama

    Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
    Berikut ini adalah bentuk-bentuk kerja sama :
      • Kerukunan yang mencakup gotong royong dan tolong menolong antar sesama warga dalam masyarakat. Contoh : gotong royong yang dilakukan di suatu desa untuk membangun rumah salah satu warga. 
      • Bargaining, yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih. Contoh : Bargaining antara pemerintah Indonesia dengan Thailand, yaitu Indonesia menukarkan minyak bumi dengan beras dari Thailand. 
      • Kooptasi, yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksana politik dalam suatu organisasi dan sebagai suatu cara untuk menghindari terjadinya keguncangan dalam organisasi yang bersangkutan. Contoh : Pemerintah sekarang membuat UU anti korupsi dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk menghindari keguncangan akibat korupsi.
      • Koalisi, yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan sama. Contoh : koalisi bebrapa partai di lembaga legislatif untuk mencalonkan bupati atau prersiden. 
      • Joint-Venture, yaitu kerja sama antara beberapa organisasi dalam mengusahakan proyek-proyek tertentu. Contoh joint-venture antara Indonesia dan Amerika dalam pengeboran minyak di Cepu.

    b.  Akomodasi

    Suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok– kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
    Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa cara mengahancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiaanya. Dalam pelaksanaannya, akomodasi memiliki beberapa bentuk yaitu koersi, kompromi, arbitasi, mediasi, konsilisasi, toleransi, stalemate, dan ajudikasi.
      • Koersi 
    Koersi adalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan. Pemaksaan biasanya terjadi pada pihak yang kuat terjadap pihak lawan yang lebih lemah.

      • Kompromi 
    Kompromi adalah suatu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang saling berselisih mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian. Contoh : perjanjian genjatan senjata antara dua negara yangs edang perang. 

      • Arbitasi 
    Arbitasi adalah suatu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang berselisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri, sehingga untuk penyelesaiannya mendatangkan pihakl ke 3 sebagai penengah (netral). Pihak ke 3 yang dipilih oleh kedua pihak mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari pihak-pihak yang bertentangan. Contoh: PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) membantu penyelesaiannya dua negara yang sedang berselisih. 

      • Mediasi 
    Mediasi adalah bentuk akomodasi yang hampir sama dengan arbitasi. Bedanya pada mediasi pihak ke 3 hanya bertugas menyelesaikan prselisihan secara damai dan tidak mempunyai wewenang untuk memberi keptusan-keputusan penyelesaian perselisihan tersebut. Jadi pihak ke 3 berfungsi sebagai juru damai dan penasihat saja. Contoh: pemerintah Indonesia yang diwakili menteri Luar Negeri Ali Atlas menjadi mediator dalam penyelesaian pertikaian di Kamboja. 

      • Konsiliasi 
    Konsiliasi adalah suatu bentuk akomodasi untuk mempertemukan pimpinan-pimpinan dari pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. Konsiliasi bersifat lebih lunak sehingga memungkinkan pihak-pihak yang berselisih untuk mencapai suatu kesepakatan bersama. Contoh: adanya panitia tetapdi Indonesia yang anggotanya terdiri atas wakil-wakil perusahaan, wakil-wakil buruh, dan wakil departemen tenaga kerja yang bertugas menyelesaikan mesalah-masalah perburuhan. 

      • Toleransi 
    Toleransi adalah suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal. Kadang-kadang toleransi terjadi secara tak sadar dan tanpa di rencanakan. Hal ini terjadi karena adanya keinginan dari perorangan atau kelompok manusia untuk untuk menghindari adanya perselisihan. Contoh: sikap toleransi yang dimiliki bangsa Indonesia yang senantiasa berusaha untuk menghindari adanya perselisihan. 

      • Stalemate 
    Stalemate adalah bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan mempunyai kekuatan berimbang dan akhirnya kadua belah pihak berhenti untuk tidak melanjutkan pertentangan. Contoh: berakhirnya perang dingin antara Blok Barat yang di pimpin oleh Amerika Serikat dengan Blok Timur yang di pimpin oleh Uni Soviet pada era 90-an. 

      • Ajudikasi 
    Ajudikasi adalah penyelesaian masalah melalui jalur hukum di pengadilan. Contoh: perselisihan antar warga desa yang penyelesaiannya melalui jalur hukum di pengadilan.

    c.  Asimilasi

    Proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.

    d.  Akulturasi

    Proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur – unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
  2. Interaksi sosial yang bersifat dis-asosiatif, yaitu interaksi yang mengarah kepada bentuk–bentuk pertentangan atau konflik, seperti : 



https://www.facebook.com/fera.miftah




Tidak ada komentar: